POKJANAS TOI

  • 21/Oct/2016
  • Admin
  • Sidebar
  • 545

Cikal Bakal terbentuknya Kelompok Kerja Nasional Tumbuhan Obat Indonesia (POKJANAS TOI) diawali dengan pelaksanaan Simposium Tumbuhan Obat di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto pada tahun 1985, yang dilanjutkan Seminar Nasional “Pelestarian Pemanfaatan Tumbuhan Obat Hutan Tropika” di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada bulan Februari 1990. Pada saat itulah  dirumuskan perlunya suatu wadah organisasi untuk menangani permasalahan tumbuhan obat Indonesia.

Atas prakarsa beberapa wakil institusi penelitian, perguruan tinggi, organisasi profesi, Gabungan Pengusaha Jamu dan perorangan didirikanlah Kelompok Kerja Nasional Tumbuhan Obat Indonesia (POKJANAS TOI) di Balai Penelitian Tumbuhan Rempah dan Obat (BALITTRO) Bogor, pada tanggal 4 Agustus 1990. Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi Departemen Kesehatan menjadi Sekretariat Tetap dan Kepala Puslitbang Farmasi ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) secara ex officio.

Selanjutnya pada tahun 2007 dengan terjadinya perubahan organisasi di lingkungan Departemen Kesehatan khususnya pengalihan tugas penelitian dan pengembangan Tanaman Obat ke Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, maka kedudukan Sekjen juga beralih kepada Kepala B2P2TOOT secara ex officio.

 Pada tahun 1991 diselenggarakan Seminar Nasional yang pertama di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, yang menghasilkan kesepakatan untuk menyelenggarakan seminar nasional setiap enam bulan sekali dengan membahas dua spesies tumbuhan. Pada perkembangan berikutnya topik pembahasan dapat ditambah dengan spesies tumbuhan yang dianggap penting.

Tujuan didirikannya POKJANAS TOI adalah untuk mengkoordinasi penelitian dan pengembangan (Litbang) di bidang tumbuhan obat termasuk obat tradisional Indonesia, yang mencakup pelestarian dan budidaya tumbuhan obat (dalam hal ini lebih ditekankan pada Jamu), pascapanen, fitokimia, khasiat dan keamanan, teknologi farmasi, pemasaran, pengaturan, pengembangan database dan pengendalian mutu.

Luaran yang diharapkan dari POKJANAS TOI adalah meningkatnya hasil temuan penelitian tumbuhan obat dengan mutu yang dapat diandalkan, meluasnya pemanfaatan tumbuhan obat, meningkatnya pemasukan dan devisa negara dari industri obat tradisional dan sekaligus mengurangi ketergantungan impor obat, terjaminnya kelestarian dan kesinambungan pemanfaatan tumbuhan obat di kalangan masyarakat dan industri obat tradisional.

Struktur organisasi POKJANAS TOI menganut prinsip terbuka dalam administrasi yang sederhana dalam kendali seorang Sekjen dan dibantu oleh staf Administrasi dan Keuangan serta anggota Tim Pembina. Hampir semua tenaga dalam unsur pimpinan berlatar belakang penelitian di bidang ilmu yang berkiprah dalam tumbuhan obat dan obat tradisional Indonesia. Umumnya yang menjadi penangung jawab satu bidang kajian ilmiah adalah seorang dari anggota Tim Pembina POKJANAS TOI.

Anggota POKJANAS TOI adalah institusi, bukan perorangan. Keanggotaan yang dinyatakan dalam nama institusi inilah yang mengutus staf yang senior menjadi Anggota Tim Pembina.  Ini berarti Anggota Tim Pembina POKJANAS TOI dinamis dalam arti kata berkembang dari waktu ke waktu. Keanggoaan lain dalam POKJANAS TOI adalah Anggota Panitia yang menangani khusus kegiatan seminar. Seminar POKJANAS TOI yang dilakukan rutin dua kali setahun berlangsung secara bergantian dari satu institusi ke institusi lain, ditangani oleh sebuah Tim, yaitu Anggota Panitia yang dikukuhkan dalam Surat Keputusan Sekjen POKJANAS TOI. Panitia Seminar ini dibantu sepenuhnya oleh semua Anggota Pembina.

                                                         

Logo atau lambang POKJANAS TOI yang diciptakan oleh Drs. R. Bambang Soetrisno dan disempurnakan oleh Prof. Dr. Ir. Sugeng Sudiatso adalah gambar akar, batang, daun dan biji tumbuhan berwarna hijau dan berbentuk huruf TOI dengan tulisan POKJANAS di bagian atas. Secara keseluruhan menggambarkan:

  1. Bulatan, strip dan titik-titik dalam setengah lingkaran di sebelah kiri menggambarkan batangan benih sebagai kekayaan Indonesia akan keanekaragaman hayati dan plasma nutfah yang menjadi bahan dasar bagi pengembangan tumbuhan obat
  2. Pilar kembar dengan ujung yang meruncing disebelah kiri menggambarkan batangan jalan panjang yang didasari dan ditopang penelitian dan pengembangan yang harus dilalui sebelum tumbuhan obat dimanfaatkan dalam dunia pengobatan
  3. Setengah lingkaran di sebelah kanan menggambarkan batangan pemanfaatannya yang sangat besar dalam menjaga kesehatan manusia dan sumber kemakmuran bangsa dan negara untuk menopang kehidupan manusia (rakyat Indonesia) yang berdiri di sebelah kanan.

 

Dana penggerak POKJANAS TOI difokuskan pada pelaksanaan kegiatan seminar, sedang dana kegiatan sekretariat dibebankan pada Sekjen melalui anggaran Kementerian Kesehatan (B2P2TOOT, Badan Litbang Kesehatan). Biaya operasional para Tim Pembina, khususnya untuk menghadiri rapat-rapat persiapan seminar, dikaitkan dengan biaya perjalanan dinas masing-masing anggota, kecuali untuk lokakarya yang didanai oleh sekretariat POKJANAS TOI.

Sekretariat adalah motor penggerak yang strategis bagi POKJANAS TOI, sehingga harus ada staf khusus yang selalu menangani kegiatan rutin. Saat ini sekretariat POKJANAS TOI berkedudukan di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Alamat lengkap:  Jl. Raya Lawu No. 11, Tawangmangu, Karanganyar 57792. Telp (0271) 697010; fax (0271) 697451; email: pokjanastoi@gmail.com